h1

Lahiriyah dan Batiniyah

April 23, 2009

“Jangan melihat manusia dari pakaian/luarnya saja, tapi lihat dia dari hatinya”


Parnyataan di atas bukan sekedar judul saja, tapi itu adalah pernyataan seorang muslimah yang diungkapkan padaku saat kami mendiskusikan tentang kewajiban seorang muslimah untuk menjaga auratnya. Setelah aku membaca surat yang ia tinggalkan untukku, sebagian bunyinya demikian  “Jangan lihat manusia dari pakaian/luarnya saja, tapi lihat dia dari hatinya”. Saya jadi teringat pada sebuah kaidah (Adlohiru alalbatin) Setiap perkara luar (lahiriyah) menunjukkan pada keadaan batinnya.

Dengan kata lain Dohir/lahir adalah cermin Hati. Seorang yang berhati bersih akan terlihat dari perilaku dirinya. Apa yang dia kerjakan dan dia ucapkan akan mencerminkan kondisi hati. Seperti halnya botol yang berisi air putih bersih, akan mengeluarkan air yang putih bersih pula. Tak mungkin botol yang berisi air putih bersih lantas keluar air warna-warni.

Begitu pula hati yang kotor akan tercermin dari perilaku dirinya. Sangat sulit menilai kebersihan hati sementara perilakunya kotor. Seperti halnya botol yang berisi air berwarna, akan mengeluarkan air yang berwarna pula. Tak mungkin botol berisi air warna-warni mengeluarkan air yang putih bersih.

Walaupun orang bisa pura-pura menunjukkan perilaku baik untuk menyembunyikan kekotoran hatinya. Namun lambat-laun akan ketahuan pula. Apalagi dihadapan Allah SWT, tidak ada yang dapat disembunyikan. Allah yang Maha Tahu atas Segala Hal.

Namun hati yag kotor, penuh onak duri terkadang tidak dapat terdeteksi oleh diri sendiri. Sangat jarang manusia yang berterus terang akan penyakit hati yang dideritanya. Berbeda denga penyakit lahir, manusia berlomba mendatangi dokter. Ironinya, banyak orang yang memiliki penyakit hati, namun merasa sehat-sehat saja, padahal perilakunya mencerminkan kekotoran hatinya. Maka untuk mengetahui penyakit hati kita harus mau menerima masukan atau saran dan kritik orang lain. Untuk saudari muslimah yang sedang mendiskusikan hal ini dengan saya, saya harap tidak tersinggung dengan ucapanku ini. Bukannya saya ingin menghakimi saudari, kalau saudari itu tidak bisa menerima saran dan kritik orang lain, bukan. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya bisa dan Insya’Allah menurutku bermanfaat buat saudari.

Dari penjelasan diatas kita dapat menilai kata-kata “jangan lihat manusia dari pakaian/luarnya saja, tapi lihat dia dari hatinya” kata-kata itu dapat berarti: tidak masalah perilaku atau cara berpakaian ku ga Islami yang penting hati ini putih bersih. Padahal seperti yang diungkapkan di atas, mana mungkin botol yang berisi air kotor lantas mengeluarkan air yang bersih. Tapi lihat dia dari hatinya bagaimana caranya mengetahui bahwa hati seseorang itu bersih, padahal dia lahirnya suka berbuat maksiat, mengumbar auratnya di tempat umum, memperlihatkan aurat kepada yang bukan mahrom.

Perlu saya pertegas lagi Allah SWT tidak memperkenankan kepada makhluknya untuk menvonis orang lain, yang berhak hanya Allah semata, karena Dia yang Maha Adil dan Maha Bijaksana…………………….
Akhirul kalam.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.