
Membuat Pupuk Organik
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Langkah-langkah Pembuatan Pupuk Organik Melalui Fermentasi Mikrobia
1. Penyiapan Bahan
1. Bahan pokok yang dapat digunakan
a. Kotoran ternak : sapi, kerbau, kambing, domba, ayam
b. Jerami padi
c. Limbah pasar (organik)
2. Bahan pembantu
a. Fermentor
b. Tetes/gula
c. Dedak padi
d. Air bersih
3. Alat yang digunakan
a. Curigen
b. Cangkul
c. Gembor
d. Timba/ember pencampur
II. Pencampuran Bahan
-
Ambil air bersih sebanyak + 25 liter ke dalam ember atau timba.
-
Tuangkan tetes sebanyak 1-2 liter atau gula 0,5 kg ke dalam air bersih tersebut
-
Aduk hingga benar-benar larut.
-
Tuangkan dan campurkan fermentor sebanyak 1 liter dan aduk hingga rata (setiap pembuatan pupuk 1 ton).
-
Masukkan dedak halus sebanyak 1 kg dan aduk sampai larut.
-
Masukkan larutan atau tersebut di atas ke dalam curigen kemudian ditutup rapat dan disimpan di tempat yang teduh.
-
Tunggu 1-2 hari dan bahan tersebut telah siap di gunakan.
III. Proses Pembuatan untuk 1 ton Pupuk
-
Siapkan bahan pokok yang akan digunakan
-
Dapat digunakan dari salah satu atau campuran dari beberapa kotoran ternak
-
Atau campuran dari kotoran ternak dan jerami padi yang telah dipotong sepanjang + 5cm
-
Hamparkan bahan pokok tersebut + setebal 50cm.
-
Siramkan larutan bahan pembantu yang telah disiapkan dengan memakai gembor pada bahan pokok sambil diaduk memakai campuran sampai rata
-
Usahakan campuran ini betul-betul rata dan kelembapan + 65%
-
Apabila bahan pokok yang digunakan kering, perlu penambahan air bersih pada larutan bahan pembantu agar kelembapan dapat mencapai + 65%
IV. Penyimpanan Campuran
-
Campuran yang telah jadi dihamparkan setebal + 0,5m (50cm). Perkiraan berat 1 ton pupuk ialah panjang 2m, lebar 1m, tinggi 50cm.
-
Cara lain ialah dengan langsung memasukkan ke dalam karung atau sak.
-
Simpan karung atau sak pada tempat yang teduh (tidak kena hujan dan terik matahari secara langsung).
-
Tunggu kurang lebih 2 minggu, maka pupuk organik telah jadi dan dapat digunakan pada tanaman atau dapat disimpan untuk persediaan.
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>